Sumedang – HPN.or.id

Kopi, kini bukan hanya saja sebagai minuman spesial para raja dan bangsawan, namun telah menjelma menjadi minuman masyarakat tanpa mengenal strata sosial. Laki-laki, perempuan dapat menikmatinya secara bebas tanpa sekat, dan menjadi minuman favorit di kalangan masyarakat dan para pecintanya.

Tentunya untuk memenuhi kebutuhan pasokan kopi setiap hari ini perlu peningkatan kapasitas produksi dan atau pengolahan kopi tersebut, baik dari segi awal penanaman, segi pengolahan dan pemasaran sehingga kopi-kopi yang dihasilkan bukan hanya saja membuat makmur para pemilik modal besar, namun diharapkan dapat menyejahterakan para petani serta para pengelolanya secara langsung, mulai penyediaan bibit kopi terbaik serta didukung oleh peralatan-peralatan yang memadai sehingga para petani dan pengelola kopi dapat merasakan hasil dari buah tangan dan kerja kerasnya.

Shaleh (45 tahun) salah satu petani Kopi Manglayang yang juga menjadi Pengurus HPN Kabupaten Sumedang mengungkapkan siap menjadi suplayer kopi nasional secara berkesinambungan, baik dalam bentuk kopi siap seduh ataupun dalam bentuk Roastbeannya karena stok kopi Manglayang cukup melimpah. Namun ada beberapa kendala yang masih dihadapi untuk memenuhi permintaan pasar, yakni belum tersedianya mesin pengupas kopi, mesin sangrai (Roasting) dan mesin penggiling (Grinder) yang memadai.

“Saat ini masih menggunakan alat-alat seadanya yang jauh dari kata memadai apalagi standar produksi, hasilnya dapat dipastikan proses produksi kami sangat jauh tertinggal dibanding produksi dari daerah-daerah lain, yang secara otomatis menurunkan daya saing kopi itu sendiri,” jelasnya.

Sebagai pengurus HPN pihaknya ke depan bisa mempunyai peralatan memadai yang dapat membantu meningkatkan kapasitas serta kualitas produksi kopi manglayang tersebut, karena dari hasil beberapa survey kualitas kopi manglayang ini sudah masuk kategori medium tinggal bagaimana caranya meningkatkan kapasitas dan kualitas tersebut. Bahkan beberapa kafe dan kedai kopi besar di jawa barat sebagian suplai kopinya dari kami,” imbuhnya.

Hal senada diungkap beberapa petani Kopi Manglayang di HPN Kecamatan Sukasari Sumedang (Lokasi Penghasil Kopi Manglayang terbesar di Kabupaten Sumedang). Menurut mereka dari sisi kapasitas serta kualitas, kopi Manglayang merupakan komoditas unggul dengan kapasita dan kualitas yang masih dapat lebih dimaksimalkan dengan penyediaan peralatan yang memadai

“Mudah-mudahan kedepan lewat wadah HPN ini Sumedang bisa menjadi lumbung kopi terbesar dan terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan pasokan kopi setiap harinya baik di pasar lokal, nasional bahkan internasional. Kami juga berharap semoga bersama HPN ini dapat menjadi jalan untuk lebih meningkatkan lagi taraf ekonomi bukan hanya terbatas kepada jajaran pengurus dan anggotanya saja namun lebih jauh dapat memberikan berkah serta kesejahteraan bagi lingkungan di sekitarnya,”tutur Shaleh. (Suryana, Biro Media dan telekomunikasi HPN Sumedang)