JEPARA – HPN.or.id
Beberapa pengusaha Jepara kini sedang konsolidasi sebagai upaya mempersiapkan pembentukan PC HPN Jepara. Ikhtiar tersebut mengemuka usai gelaran rangkaian Hari Lahir (Harlah) Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang ke-8 yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya Jl. Sudirman Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Percikan api semangat dari Pengurus Pusat (DPP) HPN Jakarta tersebut mampu memantik pengusaha-pengusaha kecil di daerah terpencil, untuk berkumpul dan bersilaturahim serta membangun arus baru ekonomi dari bawah.

Seperti yang dirasakan Edy Iswanto bahwa diperlukan sebuah wadah sebagai sarana berkumpul dan menjalin kerja sama terutama pengusaha kecil di Kabupaten Jepara. “Banyak kesulitan dan hambatan yang kami hadapi, mulai dari perizinan usaha hingga persaingan dengan para pengusaha besar di daerah,” ungkapnya.

Mencermati kondisi lingkungan usaha di Jepara, perintis perusahaan pengangkut limbah B3 tersebut meminta para stakeholder dan pelaku usaha kecil untuk saling bersinergi dalam satu wadah organisasi. Sehingga apabila ditemukan kesulitan terkait birokrasi perizinan dan persaingan tidak sehat pelaku usaha, akan ada perlindungan terutama pada para pengusaha kecil dan menengah untuk mendapatkan peluang usaha yang sama.

Hal senada disampaikan H. Azmi UN ketika ditemui di kediamannya Demaan Jobokuto Jepara. “Kekuatan ekonomi Kabupaten Jepara sebenarnya bertumpu pada perputaran barang dan jasa di masyarakat bawah, sehingga perlu dijaga lingkungan usaha yang sehat dan saling menguntungkan,” papar pengusaha agrobisnis tersebut.

Lebih lanjut dia pun memaparkan, bahwa HPN merupakan salah satu ikhtiar praksis dan nyata. HPN adalah sebuah wadah organisasi yang menjadi tempat bertemunya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), menjalin jejaring usaha dan saling gotong-royong untuk menguatkan kekompakan pengusaha nahdliyin di Jepara.

Kesamaan persepsi dan profesi mempertemukan dua orang penggiat sektor kewirausahaan di Jepara tersebut dalam satu forum diskusi kecil bertempat di Coffe Shop Kopi Kampung Desa Pulodarat Pecangaan Jepara, Jum’at (20/9/2019).

Muhammad Kholiqul Amri, sekaligus pendiri Coffee Shop tersebut mengatakan, “Sebagai orang yang bergerak di usaha warung kopi, kami sangat merasakan keras dan ketatnya persaingan bisnis. Bahkan memunculkan suasana yang tidak sehat dalam menjalankan usaha, sebab antar pengusaha berbagai bidang belum terkoordinir dan terhimpun dalam suatu wadah organisasi.”

Ia menjelaskan bahwa forum diskusi bagi para pelaku usaha kecil di Jepara rencananya akan terus digelar secara reguler dalam rangka mempertemukan semua pengusaha lintas sektoral. Harapannya forum tersebut mampu menjadi inisiasi terbentuknya wadah perhimpunan pengusaha, dan juga sebagai ajang konsolidasi sebelum diadakannya deklarasi Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) cabang Jepara.

“Semoga apa yang para inisiator HPN lakukan senantiasa mendapat dukungan dari berbagai pihak, karena kuatnya para pengusaha akan otomatis meningkatkan kemandirian Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jepara, serta mampu memberi konstribusi pengembangan dakwah NU di masyarakat,” tambahnya. (admin)

Naskah diadaptasi dari NUjepara.or.id pada 23 September 2019